AS Roma 3-3 Juventus
AS Roma dan Juventus berakhir imbang dengan skor 3-3 di Stadio Olimpico dalam pertandingan pekan ke-27 Serie A musim 2025/2026 yang digelar pada Senin (2/3/2026).
Giallorossi masih berada empat klasemen dengan koleksi 51 poin lewat gol-gol Wesley, Evan Ndicka dan Donyell Malen. Sedangkan gol-gol penyeimbang Bianconeri lewat Francisco Conceicao, Jeremie Boga dan Federico Gatti sehingga menempati enam dengan 47 angka.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama
AS Roma langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan dan hampir mencetak gol cepat pada menit ketiga. Sepakan Niccolò Pisilli berhasil ditepis Mattia Perin, sementara Lorenzo Pellegrini tak mampu memaksimalkan bola muntah dari jarak dekat.
Juventus kemudian mencoba keluar dari tekanan dengan membangun serangan melalui pergerakan aktif Kenan Yıldız di antara lini tengah dan depan. Pada menit ke-12, ia mendapatkan ruang tembak dari luar kotak penalti, namun bola hasil sepakannya masih melayang di atas mistar gawang.
AS Roma terus meningkatkan intensitas permainan dengan menekan pertahanan Juventus secara konsisten. Donyell Malen menjadi ancaman utama lewat kecepatan dan pergerakannya yang sulit dihentikan pemain belakang lawan.
Peluang emas kembali hadir pada menit ke-24 ketika Malen lolos di dalam kotak penalti. Akan tetapi, Perin menunjukkan refleks cepat dengan melakukan penyelamatan berani di tiang dekat untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-39 melalui kerja sama yang rapi. Umpan terobosan Pisilli disambut Wesley França yang memotong ke dalam sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang, membawa AS Roma unggul 1-0.
Setelah memimpin, AS Roma tetap tampil dominan dan mampu mengontrol tempo permainan hingga akhir babak pertama. Juventus kesulitan menciptakan peluang bersih, sehingga skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan sampai turun minum.
Babak kedua
Juventus langsung bereaksi cepat begitu babak kedua dimulai dan hanya membutuhkan dua menit untuk menyamakan kedudukan. Situasi bermula dari tendangan bebas Teun Koopmeiners yang gagal dihalau sempurna, sebelum akhirnya dimanfaatkan Francisco Conceição lewat sepakan keras ke bawah mistar yang mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, AS Roma tidak butuh waktu lama untuk merespons dan kembali memimpin pada menit ke-54. Skema sepak pojok pendek yang diinisiasi Lorenzo Pellegrini berujung pada sentuhan jarak dekat Evan Ndicka yang membawa AS Roma unggul 2-1.
Kepercayaan diri AS Roma semakin meningkat setelah gol tersebut dan mereka terus menekan pertahanan lawan. Pada menit ke-65, umpan panjang akurat dari Manu Koné membuka ruang bagi Donyell Malen yang dengan tenang mencungkil bola melewati Mattia Perin untuk menjadikan skor 3-1.
Tertinggal dua gol tidak membuat Juventus menyerah begitu saja dalam perburuan poin. Pada menit ke-78, umpan silang Edon Zhegrova disambut sepakan voli tajam Jérémie Boga yang memperkecil selisih menjadi 3-2.
Memasuki menit-menit akhir, AS Roma terlihat berada di atas angin dan seolah akan mengunci kemenangan penting. Namun, drama tercipta di masa tambahan waktu ketika tendangan bebas dari sisi kanan disambut Federico Gatti yang berhasil menaklukkan Mile Svilar pada menit ke-90+3.
Gol tersebut memastikan laga berakhir dengan skor imbang 3-3 dalam pertandingan yang berlangsung penuh intensitas. Juventus menunjukkan karakter pantang menyerah, sementara AS Roma harus puas berbagi angka setelah sempat memimpin dengan selisih dua gol.
Susunan Pemain
AS Roma (3-5-2): Mile Svilar; Zeki Celik, Evan Ndicka, Gianluca Mancini; Wesley Franca, Niccolo Pisilli, Bryan Cristante (Neil El Aynaoui 74′), Manu Kone, Devyne Rensch (Daniele Ghilardi 74′); Donyell Malen, Lorenzo Pellegrini (Bryan Zaragoza 90′)
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Juventus (3-4-2-1): Mattia Perin; Lloyd Kelly, Gleison Bremer (Federico Gatti 88′), Pierre Kalulu; Andrea Cambiaso (Lois Openda 89′), Khephren Thuram (Fabio Miretti 72′), Teun Koopmeiners, Weston KcKennie; Kenan Yilidz, Francisco Conceicao (Edon Zhegrova 72′); Jonathan David (Jeremie Boga 62′)
Pelatih: Luciano Spalletti
Statistik
Dalam laga antara AS Roma dan Juventus, pertandingan berjalan cukup seimbang meski tim tamu sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 54% berbanding 46%. Juventus juga mencatatkan 13 tembakan dibandingkan 11 milik AS Roma, namun keduanya sama-sama menghasilkan 5 tembakan tepat sasaran yang menunjukkan efektivitas serangan relatif setara.
Dari segi distribusi bola, Juventus membukukan 402 operan, lebih banyak dari 342 operan AS Roma, dengan akurasi identik di angka 82% untuk kedua tim. Dalam aspek permainan fisik, Juventus melakukan 12 pelanggaran sementara AS Roma 7, dengan kartu kuning 1 untuk Roma dan tanpa kartu untuk Juventus, serta tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini.
AS Roma tercatat dua kali terjebak offside sedangkan Juventus tidak sama sekali. Pada situasi bola mati, AS Roma unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan 4 berbanding 1, yang memperlihatkan tekanan mereka terutama dari sisi sayap.
Man of The Match – Nicolo Pisilli

Niccolò Pisilli terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga antara AS Roma dan Juventus berkat kontribusinya yang menonjol di lini tengah. Gelandang berusia 21 tahun itu bermain penuh selama 90 menit dan mencatatkan 80 sentuhan bola, menjadi salah satu pemain paling aktif di lapangan.
Niccolò Pisilli berperan penting dalam gol pembuka AS Roma setelah memberikan assist kepada Wesley França. Selain kontribusi ofensif, ia juga menunjukkan ketenangan dalam distribusi bola dengan akurasi umpan mencapai 88%.
Tak hanya membantu serangan, Niccolò Pisilli turut bekerja keras dalam fase bertahan dengan mencatatkan 6 tekel bersih, 5 sapuan, dan 7 intersep. Penampilan komplet tersebut membuatnya mendapat nilai 8,6, tertinggi dibanding pemain lain dalam pertandingan itu.
Catatan Pertandingan
Pertandingan antara AS Roma dan Juventus memiliki arti penting dalam persaingan menuju tiket Liga Champions UEFA musim ini. Meski kedua tim hanya meraih satu poin, laga tersebut tetap menyajikan tontonan menarik dengan total enam gol yang jarang terjadi dalam pertemuan mereka di Serie A di Stadio Olimpico.
Hasil imbang 3-3 ini menjadi salah satu dari sedikit laga dengan produktivitas gol tinggi dalam sejarah duel kedua tim di stadion tersebut, menyamai beberapa pertemuan klasik sebelumnya. Intensitas dan drama yang tercipta membuat pertandingan ini layak dikenang, terutama karena gol penyeimbang di menit akhir.
Gol telat Federico Gatti menjadi momen krusial yang sekaligus meredam sorotan atas performa impresif Donyell Malen. Sejak bergabung dari Aston Villa dan menjalani debut Serie A pada 18 Januari, Malen telah mencetak enam gol, jumlah yang di lima liga top Eropa hanya kalah dari Harry Kane milik Bayern Munich.
Secara statistik, AS Roma sebenarnya tampil cukup efektif dengan mencatatkan expected goals sebesar 1,65 dari 11 percobaan, dibandingkan Juventus yang membukukan 1,39 dari 13 tembakan. Namun, kelemahan di lini pertahanan membuat keunggulan yang sempat mereka miliki tidak mampu dipertahankan hingga peluit akhir berbunyi.
Pertandingan Berikutnya
AS Roma akan bertandang ke Luigi Ferraris Stadio untuk menghadapi Genoa dalam pekan ke-28 Serie A 2025/2026 yang digelar pada Senin (9/3/2026). Di sisi lain, Juventus akan menjamu Pisa di Allianz Stadium dalam pekan ke-28 Serie A 2025/2026 yang digelar pada Minggu (8/3/2026).
Jangan ketinggalan sengitnya persaingan di Serie A. Simak terus prediksi kompetisi tersebut di SBOTOP.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



